Selasa, 29 Desember 2015

menuju kebahagiaan

Kegagalan bukan semata-mata merupakan keputusasaan manusia, bahkan justru dari kegagalan tersebut dapat dijadikan kita sebagai jembatan untuk meraih kebahagiaan. Kegagalan merupakan awal dari kebahagiaan. Dahulu saya sering meraskan kegagalan dalam mendapatkan keinginan yang saya harapkan, seperti dalam hal percintaan  misalnya. Seringkali saya merasakan berada di bawah ketika mendengar tentang cinta. namun dengan keyakinan kalau kegagalan merupakan motivasi dari kebahagiaan pada akhirnya kini saya mendapatkan kebahagiaan yang tidak semua orang merasakannya. Kini berbeda dengan masalalu, hidup saya lebih berwarna dengan hadirnya sosok seorang lelaki yang lebih muda 2 bulan dibanding dengan saya. Ia tak tanpan, ia pun tak pandai dalam hal merayu, namun ia mempunyai sejuta jiwa malaikat yang tak lelaki lain miliki. Rasa syukur yang begitu dalam selalu saya curahkan untuk sang pemberi kebahagiaan (Allah), bersyukur telah dipertemukan dengan ciptaannya yang selalu membuat saya tersenyum disetap saya merasa sendiri. lelaki yang lebih muda 2 bulan dari saya tersebut bertuliskan Prayogo Wicaksono. Darinya saya merasa istimewa, darinya pula saya merara wanita seutuhnya. Luka yang tergoreskan dengan masalalu, kini disembuhkan olehnya. Kebahagiaanpun dimulai dari hadirnya lelaki yang InsyaAllah akan dihalalkan dengan saya kelak. Orang tua saya dan orang tuanya sudah memberi lampu hijau untuk niatan yang kami rencanakan. Usaha dan doa yang selalu kami berdua lakukan untuk setiap harinya agar keinginan dan cita-cita kami dapat kami wujudkan bersama. semoga Allahpun merestui dan meridhoi kami untuk bersama selamanya, aamiin.